Sabtu, 25 Februari 2012

Teori "Big Bang" dalam Al-Qur'an

Peristiwa Big Bang merupakan teori penciptaan alam semesta yang telah dikemukakanoleh Georges Lemaitre tahun 1930-an dan Stephen Hawking pada tahun 1980-an. teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari satu titik yang sangat rapat, padat dan panas yang disebut titik singularitas. Dari titik inilah terjadi suatu ledakan kosmis mahadahsyat yang disebut "big bang" (ledakan besar) dan sejak saat itu terbentuklah atom hidrogen (H), helium (He) serta proton, electron dan neutron dalam hitungan menit.

Jumat, 17 Februari 2012

Firman Allah SWT : Besi bukan dari Bumi

Besi (Fe) merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Peradaban maju manusia dimulai ketika manusia pertama kali menggunakan besi sebagai penunjang hidupnya. Dahulu, penggunaan besi sangat dominan di kehidupan manusia dan hampir semua sektor kehidupan menggunakan besi seperti penggunaan mata bajak pada sektor pertanian, bahan pembuatan pedang dan mata tombak di bidang kemiliteran dan masih banyak lagi penggunaan logam besi lainnya.

Para ahli memperkirakan perkembangan bangsa-bangsa tiap wilayah hingga mereka mengenal besi terjadi kurang lebih sekitar 12 SM - 8 SM. Zaman tersebut dinamakan Zaman Besi (Iron Age) karena penggunaan besi yang mendominasi. Dalam beberapa terminologi berbagai bangsa, besi diartikan sebagai "logam dari langit", tetapi mengapa disebut demikian? bukankah besi merupakan unsur yang berasal dari bumi ?

Dalam Al-Qur'an Allah SWT. juga mengatakan bahwa besi adalah unsur pemberian dari Allah SWT. Bukanlah unsur asli bumi, sama halnya seperti air (baca entri lainnya). Berikut firman Allah dalam Al-Qur'an :
<Script>
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami menurunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha perkasa."(QS. Al-Hadid 57:25)

Mengapa Allah menggunakan kalimat "Anzalna"<Script> yang berarti "Menurunkan", bukan "Khalaqna" <Script> yang berarti "Menciptakan" ?

Ternyata, penelitian NASA menyatakan bahwa memang pada awal pembentukan planet bumi terjadi hujan asteroid yang kaya unsur besi (Fe). Setiap benturan membentuk lapisan bebatuan bumi dan mengakibatkan ledakan energi disertai peningkatan suhu bumi hingga 1.800<script>C sebelum suhu bumi akhirnya menjadi stabil.


Subhanallah, jadi itulah sebabnya Allah SWT. menggunakan kata "Anzalna" bukan "Khalaqna". Sungguh mulia firman Allah. Maha Kuasa Allah. Maha Besar Allah. Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! <MH Team>

Selasa, 14 Februari 2012

Isyarat Umur Bumi dalam Al-Qur'an


Jumat, 10 Februari 2012

Menguak Misteri Al-Mahdi & Pasukan Panji Hitam (Part 2)


Kamis, 09 Februari 2012

Benarkah Amerika Musuh Akhir Zaman ?

                    Mendengar kata 'Amerika', maka kita akan terbayang bangsa dan negeri yang kaya, maju dari segi tekhnologi dan ilmu pengetahuan serta ekonomi, tetapi juga merupakan negeri yang termasuk kategori 'haus perang'. Sekarang Amerika menyerukan dirinya sebagai negeri super power dunia. Melihat fakta kekinian, dengan congkaknya Amerika menuding umat Islam sebagai teroris dunia tanpa ada bukti dan kejelasan apapun, mereka menyatakan perang membantai umat Islam dengan dalih memberantas terorist. Kini Amerika dan para pembantu-pembantu kafirnya tenggelam dalam aksi penghabisan umat Islam, dimulai dari perang teluk, invasi Irak, bantuan untuk kafir Israel demi menguasai Palestina dan fakta-fakta lain yang merupakan bukti kebencian kafir Amerika terhadap umat Islam dengan satu dalih yang sama; Perang Melawan Teroris (War Againts Terorist).

                  Melihat kenyataan diatas mengundang pertanyaan di benak kita, apakah Amerika adalah musuh besar umat Islam di akhir zaman ? melihat fakta kekinian bahwa Amerika adalah bangsa yang keras menyerukan perang melawan Islam.

                Untuk menjawab pertanyaan diatas, sebaik-baik umat Islam adalah yang kembali pada firman Allah dan hadist Nabi, barulah dikaji menggunakan dalil aqli. Mengenai musuh Islam dalam perang akhir zaman atau Al-Malhamah Al-Qubra. Rasulullah SAW. telah bersabda "Kalian akan memerangi jazirah Arab, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kalian akan memerangi bangsa Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan melawan Dajjal, maka Allah mengalahkannya untuk kalian". Sabda Rasulullah tersebut menyebutkan musuh-musuh Islam yang atas ridha Allah SWT. dapat kaum muslimin kalahkan. Namun, sabda nabi tersebut tidak menyebutkan nama Amerika sebagai salah satu tokoh antagonis dalam perang besar Al-Malhamah Al-Qubra. Apakah ada sebuah kesalahan periwayatan? atau memang Amerika bukanlah musuh akhir zaman? tetapi fakta kekinian mengarah pada perang Islam melawan Amerika, jadi apakah sabda rasul diatas keliru?.

          Alhamdulillah, setelah tim MoslemHytech menelusuri fakta-fakta yang ada, maka tim MoslemHytech menemui fakta-fakta yang berhubungan antara kejadian kekinian dengan sabda Nabi di atas. Berikut adalah hasil riset tim MoslemHytech :
Pertama, Rasulullah SAW. menyebutkan dalam hadist "Kalian akan memerangi jazirah Arab, maka Allah menaklukkannya untuk kalian..." merupakan sebuah pernyataan yang merujuk bahwa jazirah Arab nantinya akan dipenuhi oleh orang-orang yang melenceng dan membantu kaum kafir untuk menjatuhkan umat Islam dunia. Terbukti kini kehidupan bangsa Arab sekarang cenderung di penuhi uang dan budaya Islam-Liberalis yang bebas dan tentunya bercermin pada perilaku kaum kafir. Kemudian, Allah akan membantu umat Muslim dalam perangnya dan mendapat kemenangan.
Kedua, Rasulullah menyebutkan "...Kalian akan memerangi bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian...". Dalam kalimat ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa musuh Islam pada saat tersebut salah satunya adalah Persia, dimana sekarang merujuk pada daerah yang hampir sama rujukannya dengan daerah pada masa Nabi Muhammad SAW. dahulu. Persia merujuk pada daerah batasan Asia-Eropa, yaitu daerah Turki, Iran dan sekitarnya. Fakta menunjukkan bahwa runtuhnya kekuasaan Turki Ostmani (Turki Ustmani) di Turki telah membuat Turki mudah dimasuki budaya liberal dan kini Turki masuk menjadi salah satu sekutu negara-negara kafir. Turki juga merupakan salah-satu pusat aliran Syiah selain di Iran.
Ketiga, Rasulullah menyebutkan "...Kalian akan memerangi Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan melawan Dajjal, maka Allah mengalahkannya untuk kalian.". Kalimat ini menunjukkan babak akhir perang adalah melawan bangsa Romawi sebelum akhirnya melawan Dajjal dan kemudian umat Islam memenangkan perang atas ridha Allah.
                MoslemHytech menelusuri dan menemukan fakta yang jelas mengenai maksud baris pertama dan kedua hadist di atas. Yang masih menjadi pertanyaan, apa maksud hadist Nabi yang menyatakan "...Kalian akan memerangi Romawi, maka Allah menaklukkannya untuk kalian..."?. Bukankah Romawi telah runtuh? apakah orang-orang Romawi mengingat masa-masa lampau kejayaan mereka dan bangkit kembali untuk menghancurkan Islam?.

                 Dalam permasalahan ini, perlu kita bedakan antara kata "Negeri Romawi" dengan "Bangsa Romawi". Negeri Romawi merujuk pada tempat di mana orang-orang yang menyatakan diri sebagai orang Romawi tinggal, sedangkan Bangsa Romawi merujuk pada garis, darah, keturunan orang-orang yang tinggal atau pernah tinggal di Romawi, meski mereka tinggal di wilayah lain (selain Romawi) mereka tetap disebut bangsa Romawi karena garis keturunan mereka mewarisi darah generasi Romawi.

            Hadist diatas tidak menyebut kata "Negeri Romawi" melainkan "Bangsa Romawi", membuktikan bahwa meski negeri Romawi telah runtuh, bukan berarti bangkit lagi untuk melawan Islam, melainkan generasi-generasi darah Romawi-lah yang akan melawan umat Islam nanti. 

                    Lalu, di manakah sekarang generasi-generasi Romawi penentang Islam tersebut berada? marilah perhatikan uraian berikut :
Romawi berdiri sekitar tahun 27 SM, kebudayaan mereka tidak lepas dari pengaruh bangsa Yunani. Romawi berkali-kali mengalami pergantian sistem pemerintahan.
Romawi memulai expansinya pada masa pemerntahan republik, ini memberikan kita makna bahwa orang-orang bangsa Romawi menyebar ke wilayah-wilayah jajahannya sejak zaman dahulu, dan daerah jajahan terluas bangsa Romawi hingga meliputi seluruh Eropa pada pemerintahan Kaisar Trajanus (98-117 M).
Pusat kekaisaran Romawi berada di Roma dan dengan cepat pasti mempengaruhi daerah sekitar yang terdekat, terutama Andalusia (Spanyol).
Inggris pun juga termasuk daerah jajahan Romawi, pengaruh Romawi sangat kuat bersaing disana dengan pengaruh bangsa lainnya dan seiring berjalannya waktu mereka melakukan asimilasi budaya dari generasi ke generasi.
Dua kekuasaan besar Romawi runtuh, Romawi Barat pada tahun 476 M dan disusul Romawi Timur oleh Turki Utsmani pada 1453 M. Merupakan akhir kekuatan Romawi dan mulai terangsangnya expedisi Eropa untuk menjajah negeri timur setelah kalah dalam perang salib.
Bangsa yang terkenal dalam expansi penjajahannya adalah bangsa Inggris dan Spanyol. Orang-orang kulit putih Inggris dan Spanyol menanamkan budaya mereka di setiap daerah jajahannya dan menetap disana.
Bangsa Inggris dan Spanyol menyebar keseluruh dunia. Bangsa kulit putih ini dominannya menetap di Amerika yang saat itu disebut "Dunia Baru" dengan kekayaan alam yang luar biasa.
                 Dari fakta-fakta tersebut, kita bermuara pada satu tempat, yaitu "Amerika". Bukti lainnya yaitu Amerika dibagi dua yaitu Anglo Amerika / Amerika Inggris dan Amerika Latin / Amerika Romawi. Kedua pembagian tersebut didasari oleh pembagian berdasarkan mayoritas ras, budaya dan agama. Amerika Germani merujuk pada daerah Amerika utara yang dahulu menjadi jajahan Inggris, Belanda serta Perancis. Bangsa penjajah itu kemudian membaur dan menetap di sana, perlu diingat bahwa Inggris, Belanda serta Perancis dulu termasuk daerah kekuasaan Romawi dan garis keturunan Romawi masih kuat di negeri-negeri tersebut. Sedangkan Amerika Romawi merujuk pada Amerika selatan yang dahulu dijajah dan budayanya di pengaruhi Spanyol serta Portugis. Spanyol dan Portugis sendiri merupakan negeri yang pada zaman kejayaan Romawi masuk daerah kekuasaan Romawi dan mayoritas Spanyol dan Portugis adalah bergaris keturunan Romawi.

                   Jadi, betapa jelas bukti mengenai Amerika sebagai tokoh yang memimpin perang melawan Islam di akhir zaman. Berdasarkan keterkaitan fakta kekinian dan sabda rasul. Ulasan diatas hanya segelintir dari misteri akhir zaman, tentunya sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk terus mengkaji dan mendakwahkan agama Allah hingga akhir zaman nanti. Wallahu'alam Bissawab.  
<MH team>

Menguak Misteri Al-Mahdi & Pasukan Panji Hitam (Part 1)


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India